Image
Image
Image

Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu dini hari, 2 Juli 2025, menelan korban jiwa dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran. Perjalanan naas ini bermula dari keberangkatan kapal dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dengan tujuan Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Berdasarkan laporan awal, kapal membawa 53 penumpang, 12 anak buah kapal (ABK), serta 22 unit kendaraan. Sekitar pukul 00.30 WITA, kapal dilaporkan mengalami kebocoran di ruang mesin. Tak lama kemudian, terjadi blackout yang menyebabkan kapal kehilangan daya dan kendali. Bocoran semakin besar hingga kapal miring dan akhirnya tenggelam di koordinat sekitar -08°09.371', 114°25.1569', tepat di tengah Selat Bali. Total terdapat 65 orang di kapal, terdiri dari 53 penumpang dan 12 awak kapal. Hingga pagi hari berikutnya, 31 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan empat orang dinyatakan meninggal dunia. Sisanya masih dalam pencarian. Upaya pencarian terkendala oleh gelombang tinggi dan kegelapan malam, sehingga operasional evakuasi penuh tantangan. Tim menggunakan kapal cepat dan perahu karet untuk menjangkau lokasi kecelakaan, serta memprioritaskan penyelamatan korban hidup. Korban meninggal dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Prosedur identifikasi menggunakan data antemortem dan postmortem melalui pemeriksaan DNA, sidik jari, dan odontologi guna memastikan identitas korban secara akurat. Hasil identifikasi kemudian disampaikan secara langsung dan empatik kepada keluarga korban. Selama dua puluh hari operasi, tim berhasil menemukan 49 korban, terdiri dari 30 orang selamat dan 19 orang meninggal dunia, serta 16 orang masih dinyatakan hilang. Dari korban meninggal, sebagian besar telah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim, meski empat jenazah masih belum dapat dikenali hingga operasi ditutup.